Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam pada perdagangan Kamis sore. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak positif setelah harga minyak dunia terkoreksi dan ketegangan geopolitik mulai mereda.
IHSG naik 115,16 poin atau 1,96 persen ke level 5.999,04. Sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 1,66 persen ke posisi 587,75.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan optimisme investor didorong perkembangan positif dalam upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat harga minyak kembali turun ke level sebelum konflik.
"Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik," ujar Nico.
Menurutnya, turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi tersebut juga mengurangi tekanan terhadap bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Dari kawasan Asia, sentimen positif juga datang dari People's Bank of China yang berencana melakukan operasi reverse repo pada akhir Juni guna menjaga likuiditas perbankan tetap stabil.
Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk ke instrumen SRBI tenor satu tahun dan obligasi pemerintah mencapai sekitar Rp105 triliun sepanjang Juni hingga saat ini.
Meski demikian, pasar masih mencermati turunnya posisi Indonesia dalam World Competitiveness Ranking yang dilaporkan merosot 21 peringkat.
Nico menilai penguatan IHSG juga dipengaruhi aksi beli investor yang kembali memburu saham-saham yang sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam.
“IHSG menguat seiring kembali masuknya aksi beli investor yang memburu saham-saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam dua pekan,” katanya.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan. Seluruh sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC juga berakhir menguat.
Sektor infrastruktur menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 3,89 persen. Di belakangnya ada sektor kesehatan yang naik 3,21 persen serta sektor barang konsumen primer yang menguat 2,89 persen.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp13,63 triliun. Sebanyak 562 saham ditutup menguat, 148 saham melemah, dan 249 saham bergerak stagnan.
Di tingkat regional, mayoritas bursa Asia juga berakhir positif. Indeks Nikkei 225 melonjak 4,61 persen, indeks Shanghai Composite naik 0,23 persen, sementara indeks Straits Times Index bertambah 0,06 persen. Adapun indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI menjadi satu-satunya yang ditutup melemah dengan penurunan 1,09 persen.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026